Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Berita

Distan Bombana Gelar Rakor Program Strategis Nasional, Siap Kembangkan Jagung dan Ubi Kayu Berbasis APBN Kementan

13
×

Distan Bombana Gelar Rakor Program Strategis Nasional, Siap Kembangkan Jagung dan Ubi Kayu Berbasis APBN Kementan

Sebarkan artikel ini

Kabaraya Bombana – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bombana terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menangkap peluang program nasional yang diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan energi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan pelaksanaan Program Strategis Nasional yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Bombana itu secara khusus membahas kesiapan pengembangan komoditas jagung dan ubi kayu di wilayah Kabupaten Bombana.

Rakor Dinas Pertanian Bombana

Rakor dibuka langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH. Dalam arahannya, Sarif menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan Kementerian Pertanian kepada Bombana merupakan amanah yang harus dilaksanakan secara serius, terukur dan melibatkan seluruh jajaran terkait.

Menurutnya, Bombana bersama Kabupaten Konawe Selatan dipercaya menjadi bagian dari perwakilan Sulawesi Tenggara dalam program pengembangan bioetanol. Hal tersebut dinilai menjadi peluang penting bagi daerah untuk mengembangkan komoditas pertanian yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan energi.

“Kita baru saja ditunjuk bersama Konawe Selatan sebagai perwakilan Sultra untuk program bioetanol. Ini amanah besar. Program jagung dan ubi kayu yang bersumber dari APBN ini harus kita kawal bersama dari hulu ke hilir, agar berhasil dan memberi manfaat nyata bagi petani,” ujar Sarif.

Ia menekankan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersedianya bantuan pemerintah. Lebih dari itu, diperlukan perencanaan yang matang, ketepatan sasaran serta pendampingan berkelanjutan kepada petani.

Karena itu, Distan Bombana mulai memperkuat koordinasi internal agar seluruh tahapan program dapat berjalan secara terpadu. Mulai dari penentuan calon petani dan calon lokasi (CPCL), penyediaan sarana produksi, penyaluran bantuan, hingga pendampingan dan evaluasi di lapangan menjadi perhatian dalam rakor tersebut.

“Kita harus memiliki satu persepsi. Jangan sampai program yang sudah dipercayakan kepada daerah ini tidak berjalan maksimal karena koordinasi yang kurang. Semua bidang harus bergerak bersama dan penyuluh harus hadir mendampingi petani,” tegasnya.

Suasana Rakor persiapan pelaksanaan Program Strategis Nasional

Rakor tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Bidang Perkebunan, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kepala Bidang Penyuluhan, Kepala Bidang Peternakan, para Ketua Tim Kerja (Katimker), serta seluruh Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (Korluh) se-Kabupaten Bombana.

Dalam pembahasan, sejumlah agenda strategis menjadi perhatian utama. Di antaranya pemetaan CPCL untuk pengembangan jagung dan ubi kayu, pengawasan penyaluran bantuan benih, pupuk dan sarana produksi, penguatan peran penyuluh sebagai garda terdepan pendampingan petani, serta penguatan sinergi antarbidang di lingkungan Dinas Pertanian.

Keterlibatan para penyuluh menjadi salah satu faktor penting yang ditekankan dalam pelaksanaan program. Sebab, penyuluh memiliki peran langsung dalam memberikan edukasi kepada petani, memastikan penerapan teknologi budidaya serta membantu menyelesaikan berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Sarif berharap seluruh jajaran Distan Bombana dapat bekerja dengan semangat yang sama dan mengedepankan kepentingan petani. Menurutnya, program strategis nasional harus diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pengembangan jagung dan ubi kayu juga dinilai memiliki prospek besar bagi Bombana. Dengan dukungan APBN Kementerian Pertanian, pengembangan kedua komoditas tersebut diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari budidaya hingga penguatan rantai produksi.

Jika dikelola secara konsisten, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian daerah, memperkuat pendapatan petani, sekaligus mendukung agenda nasional dalam mewujudkan swasembada pangan dan pengembangan energi berbasis pertanian.

Melalui rakor ini, Dinas Pertanian Bombana menunjukkan langkah awal yang terencana untuk memastikan kepercayaan pemerintah pusat dapat dijalankan secara optimal.

Bagi Bombana, program tersebut bukan sekadar agenda bantuan pertanian, tetapi menjadi peluang untuk memperkuat posisi sektor pertanian sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. (ADV)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *