Kabaraya Bombana — Dinas Pertanian Kabupaten Bombana memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan melalui kegiatan penyuluhan budidaya peternakan dan tanaman palawija bagi prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 919/Sangia Dowo. Kegiatan ini juga mencakup materi budidaya ikan air tawar dari Dinas Perikanan.
Penyuluhan tersebut dilaksanakan pada Kamis (15/10/2026), bertempat di Markas Yonif TP 919/Sangia Dowo, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menjadi langkah nyata membangun sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mengembangkan potensi pangan serta meningkatkan keterampilan prajurit di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

Dinas Pertanian Bombana menghadirkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Surianto Wedda, S.Pt., serta Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian, Abd. Hafid, SST. Keduanya memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing, mulai dari teknik pemeliharaan ternak hingga pengembangan tanaman palawija yang produktif.
Dalam pemaparannya, Surianto Wedda menjelaskan teknik budidaya ternak sapi, kambing, dan ayam yang efektif dan efisien. Materi meliputi pemilihan bibit unggul, pengelolaan pakan, penataan kandang, serta pencegahan dan pengendalian penyakit hewan.
Menurut materi yang disampaikan, pengelolaan peternakan yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas ternak. Dengan pemahaman yang tepat, prajurit diharapkan mampu mengembangkan usaha peternakan secara terencana, sekaligus memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan satuan.
Sementara itu, Abd. Hafid menyampaikan materi budidaya tanaman palawija, khususnya jagung, kedelai, dan kacang tanah. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengembangan komoditas tersebut sebagai alternatif sumber pangan, sekaligus upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum produktif di sekitar markas.
Pengelolaan lahan secara optimal dinilai dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik untuk mendukung ketersediaan pangan maupun mendorong kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengetahuan budidaya palawija juga diharapkan dapat diterapkan prajurit ketika melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial bersama masyarakat.
Selain sektor pertanian dan peternakan, penyuluhan turut membahas budidaya ikan air tawar yang disampaikan oleh perwakilan Dinas Perikanan. Materi ini memperluas wawasan peserta mengenai peluang pengembangan sumber pangan hewani melalui usaha perikanan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan potensi lingkungan.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para prajurit aktif berdiskusi mengenai penerapan teknik budidaya yang sesuai, termasuk peluang mengintegrasikan kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan satuan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Pemerintah Kecamatan Poleang Selatan serta para penyuluh pertanian. Kehadiran berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan potensi pangan di Kabupaten Bombana.
Melalui penyuluhan ini, Dinas Pertanian Bombana berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan Yonif TP 919/Sangia Dowo, tetapi juga dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitarnya.
Kolaborasi pemerintah daerah dan TNI diharapkan mampu mendorong pemanfaatan lahan secara produktif, meningkatkan keterampilan budidaya, serta membuka peluang pengembangan usaha pangan yang bernilai ekonomi.
Sinergi tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, memperkuat kemandirian pangan, dan mendorong pemberdayaan ekonomi prajurit maupun masyarakat di Kabupaten Bombana. (ADV)














