Kabaraya Konawe Selatan – Dalam momentum memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Perum Bulog Cabang Bombana–Konawe Selatan kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Sebanyak 37.586 Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapat bantuan beras untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram beras untuk tiga bulan.
Kepala Perum Bulog Cabang Bombana–Konawe Selatan, Abdan, mengatakan penyaluran bantuan pangan tahap II sudah mulai dilakukan di sejumlah kecamatan.
“Untuk tahap kedua ini alokasinya untuk tiga bulan, Juli, Agustus dan September. Masing-masing penerima mendapatkan 10 kilogram per bulan,” ujar Abdan.
Abdan menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan 37.586 PBP, Bulog menyiapkan total 1.127.850 kilogram atau sekitar 1.127,85 ton beras.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan setiap wilayah dan jadwal distribusi yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.
“Sejumlah kecamatan telah mulai menerima bantuan, di antaranya Moramo Utara, Andoolo, Tinanggea, Laonti, dan Lalembuu,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Kelurahan Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara. Sebanyak 117 PBP menerima bantuan dengan total 3.510 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan olahraga dan berbagai agenda menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Penyaluran bantuan pun berlangsung dalam suasana kebersamaan bersama masyarakat.
Abdan menambahkan, bantuan pangan tahap II ini memiliki nilai strategis karena beras yang disalurkan merupakan hasil produksi petani lokal Konawe Selatan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menyerap hasil produksi pertanian daerah.
“Beras hasil panen petani lokal diserap melalui mekanisme Bulog, kemudian disalurkan kepada masyarakat penerima bantuan,” jelasnya.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh keluarga penerima bantuan, tetapi juga memberikan dukungan terhadap petani lokal melalui penyerapan hasil produksi.
Abdan menjelaskan, terdapat perbedaan antara penyaluran bantuan pangan tahap pertama dan tahap kedua.
Pada tahap II, bantuan yang disalurkan hanya berupa beras, sesuai dengan ketetapan pemerintah. Tidak ada komoditas lain dalam paket bantuan tersebut.
“Bulog memastikan penyaluran dilakukan secara bertahap hingga seluruh PBP mendapatkan bantuan sesuai alokasi,” terangnya.
Ia menegaskan, penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 ditargetkan rampung paling lambat September 2026.
Bagi 37.586 keluarga penerima, bantuan 30 kilogram beras tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat.
Beras yang berasal dari hasil produksi petani lokal disalurkan melalui Bulog hingga sampai kepada keluarga penerima manfaat.
Dari petani untuk masyarakat, bantuan pangan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meringankan beban keluarga di Konawe Selatan. (Far)














