Kabaraya Bombana – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si. mengajak seluruh pemerintah desa di Kabupaten Bombana untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan Desa Tahun 2026 di Aula Tanduale, Rabu (22/7).
Menurut Burhanuddin, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, aparatur desa dituntut terus meningkatkan kapasitas agar mampu mengikuti perkembangan digital.
Rakor dihadiri Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), direktur BUMDes, Direktur Perusda Wonua Bombana, perwakilan perbankan, PT Anugerah Harisma Barokah (AHB) Site Kabaena, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam rakor tersebut, peserta menerima materi dari tiga narasumber, yakni Wahyudin N. Achmad, Commercial Division Vice President Lawang Sewu Teknologi, Bahaludin, C/O Graha Carita (MEGROS), serta Dr. H. Yusra, M.Pd., Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal pada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI. Materi yang disampaikan meliputi penguatan tata kelola pemerintahan desa, digitalisasi pelayanan publik, hingga strategi pengembangan produk unggulan desa.
Burhanuddin berharap seluruh perangkat desa mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan profesional.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah teknis, instansi vertikal, serta para narasumber memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah desa agar pembangunan desa semakin efektif.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui sinergi yang semakin kuat, saya optimistis desa-desa di Kabupaten Bombana akan semakin maju, mandiri, dan mampu menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Bombana yang berdaya saing berbasis agrominapolitan,” ujar Burhanuddin.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana bersama PT Anugerah Harisma Barokah (AHB) Site Kabaena juga menyerahkan satu unit mobil ambulans kepada Pemerintah Desa Pongkalaero sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) secara simbolis kepada ahli waris warga Desa Mattirowalie, Kecamatan Poleang Selatan, dan Desa Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja.
Melalui Rakor Pemerintahan Desa Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus mendorong pemerintahan desa yang profesional, transparan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menggerakkan ekonomi lokal menuju terwujudnya Desa Bahagia dan Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan. (***)














