Kabaraya, Konsel – SMA Negeri 14 Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, resmi mengawali Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Upacara Bendera Perdana yang dirangkaikan dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026, pada Senin (13/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi seluruh warga sekolah dalam menyambut tahun ajaran baru sekaligus menerima peserta didik baru melalui suasana yang aman, nyaman, inklusif, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
MPLS dilaksanakan selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, dengan mengusung konsep pembelajaran yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, penguatan profil lulusan, literasi digital, kesiapsiagaan bencana, pengembangan minat dan bakat, serta penumbuhan budaya belajar yang positif.
Kepala SMAN 14 Konawe Selatan, Nuzul Quryati Hartawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial untuk menyambut peserta didik baru, tetapi menjadi pondasi penting dalam membangun karakter, budaya sekolah, serta semangat belajar sejak hari pertama memasuki lingkungan pendidikan.
“MPLS merupakan langkah awal untuk membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, disiplin, mandiri, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Kami ingin seluruh peserta didik baru merasa diterima, dihargai, dan termotivasi untuk terus berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” ujar Nuzul.
Hari Pertama: Mengenal Sekolah dan Menumbuhkan Karakter
Rangkaian MPLS diawali dengan Pertemuan Pagi Ceria melalui Upacara Bendera, pembukaan resmi MPLS, dan doa bersama. Selanjutnya peserta didik baru mengikuti materi Wawasan Wiyata Mandalayang memperkenalkan visi, misi, tata tertib, serta budaya sekolah.
Peserta juga diajak mengikuti kegiatan “Aku dan Sekolahku”, yakni tur sekolah untuk mengenal berbagai fasilitas pendidikan melalui metode interaktif dan permainan edukatif.
Pada hari pertama, siswa memperoleh materi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta edukasi Keadaban Digital, yang membahas penggunaan internet dan media sosial secara bijak serta pengelolaan waktu penggunaan gawai (screen time).
Hari Kedua: Mewujudkan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman
Memasuki hari kedua, peserta didik mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat serta kegiatan perkenalan dengan guru, tenaga kependidikan, dan teman seangkatan melalui aktivitas Pohon Harapan dan Pohon Solusi.
Materi dilanjutkan dengan pengenalan Delapan Profil Lulusan, pembentukan Lingkungan Belajar Aman, Nyaman, dan Menggembirakan (LEBANM), serta edukasi kesiapsiagaan bencana yang mencakup pengenalan potensi bencana, jalur evakuasi, penggunaan peralatan keselamatan, hingga simulasi penyelamatan.
Hari Ketiga: Mengenali Potensi Diri
Pada hari ketiga, peserta didik mengikuti Asesmen MPLS berupa tes literasi membaca dan numerasi sebagai bagian dari pemetaan kemampuan awal.
Selain itu, siswa diajak melakukan eksplorasi diri melalui analisis SWOT sederhana guna mengenali potensi, minat, dan bakat masing-masing. Sekolah juga memperkenalkan berbagai organisasi dan kegiatan kesiswaan, seperti OSIS, MPK, kepanduan, serta beragam ekstrakurikuler, disertai motivasi belajar melalui pengenalan kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler.
Hari Keempat: Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Hari keempat diisi dengan berbagai aksi peduli lingkungan, mulai dari menanam pohon, memilah sampah, hingga membersihkan lingkungan sekolah sebagai bentuk pendidikan karakter.
Peserta juga memperoleh edukasi mengenai bahaya judi online melalui pemutaran film edukatif Kemenangan Sejati, serta penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) yang diakhiri dengan refleksi dan deklarasi komitmen bersama.
Hari Kelima: Menampilkan Potensi Terbaik
Sebagai penutup rangkaian MPLS, peserta didik diberi kesempatan menampilkan bakat dan minat di berbagai bidang, mulai dari seni, olahraga, permainan tradisional, hingga keterampilan lainnya, baik secara individu maupun kelompok.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi sekolah untuk mengenali potensi peserta didik baru sekaligus menjadi dasar pembinaan prestasi di masa mendatang.
Menurut Nuzul Quryati Hartawati, keberhasilan MPLS tidak terlepas dari kolaborasi seluruh unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pembina kesiswaan, hingga panitia pelaksana.
“Kolaborasi seluruh warga sekolah diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar pertama yang positif bagi peserta didik baru sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, dan siap meraih prestasi,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan MPLS, SMAN 14 Konawe Selatan kembali menegaskan komitmennya menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, bebas dari perundungan, serta mampu mencetak generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (***)















