Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

KTT Almharig : Masyarakat dan Hippelwana Jangan Terprovokasi Isu Longsor

22
×

KTT Almharig : Masyarakat dan Hippelwana Jangan Terprovokasi Isu Longsor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kabaraya Bombana — Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Almharig, Yazid menghimbau masyarakat dan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabaena (Hippelwana) agar tidak termakan isu akan terjadinya longsor di wilayah IUP PT Almharig di Pulau Kabaena.

KTT PT Almharig, Yazid, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya mata air yang tertimbun akibat longsor, sebagaimana yang ramai diberitakan dan berkembang di tengah masyarakat.

Example 300x600

” Berdasarkan hasil peninjauan resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak ada mata air yang tertimbun. Ini penting untuk diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.

Ia menjelaskan, longsor yang terjadi di wilayah Olondoro, Desa Rahadopi, lebih berdampak pada infrastruktur penunjang, khususnya jaringan pipa air bersih milik pihak tertentu, bukan sumber mata air alami.

Fakta ini juga sejalan dengan temuan lapangan yang menyebutkan bahwa material longsor memang merusak instalasi pipa air bersih yang melayani sejumlah desa, namun bukan menimbun sumber mata air secara langsung .

” Yang terdampak itu adalah jaringan pipa yang dikelola oleh pihak atau kelompok tertentu bukan mata airnya. Jadi narasi bahwa sumber air hilang atau tertimbun itu tidak benar,” lanjut Yazid.

Di sisi lain, berbagai tudingan yang mengaitkan longsor dengan aktivitas tambang terus bermunculan, bahkan memicu aksi demonstrasi dan desakan politik agar dilakukan evaluasi terhadap PT Almharig . Sejumlah pihak menilai longsor telah memperparah kondisi lingkungan dan mengancam sumber air masyarakat.

Namun demikian, KTT Almharig melihat adanya indikasi bahwa bencana alam ini dimanfaatkan untuk membangun opini yang merugikan perusahaan.

“Kami menduga ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk menyudutkan perusahaan dengan menyebarkan isu-isu yang tidak sesuai fakta,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa longsor di wilayah tersebut bukanlah kejadian baru, melainkan fenomena berulang yang dipicu oleh faktor alam, terutama curah hujan tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil .

Dalam situasi yang semakin kompleks ini, Yazid mengajak masyarakat Kabaena dan Hippelwana untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh narasi yang belum terbukti kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat dan Hippelwana agar tetap bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah terprovokasi. Mari kita pegang fakta dan hasil kajian resmi sebagai rujukan bersama,” tutupnya. (Far)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *