Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Berita

Dilantik Jadi Ketua HKTI Bombana, Burhanuddin Target Cetak Sawah Baru, Dorong Daerah Jadi Lumbung Padi

19
×

Dilantik Jadi Ketua HKTI Bombana, Burhanuddin Target Cetak Sawah Baru, Dorong Daerah Jadi Lumbung Padi

Sebarkan artikel ini

Kabaraya Bombana — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bombana memasang target besar untuk memperkuat sektor pertanian daerah. Salah satunya melalui program cetak sawah baru yang diproyeksikan mencapai lebih dari 10 ribu hektare hingga tahun depan.

Target tersebut disampaikan setelah Ir. H. Burhanuddin, M.Si resmi dilantik sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Bombana bersama jajaran pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Tenggara.

Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis (10/9/2026), dan dilakukan langsung Sekjen DPN HKTI, Dr. H. Abdul Kadir Karding.

Burhanuddin mengatakan, amanah sebagai Ketua DPC HKTI Bombana bukan sekadar jabatan organisasi. Menurutnya, HKTI harus menjadi wadah untuk memperjuangkan kepentingan petani dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi saya ini bukan sekadar amanah organisasi. Ini ruang untuk memperjuangkan kepentingan petani Bombana. Mayoritas masyarakat Bombana menggantungkan hidup dari sektor pertanian,” ujar Burhanuddin.

Ia menyebut, peningkatan produksi pertanian menjadi salah satu agenda utama HKTI Bombana dalam lima tahun ke depan. Fokusnya meliputi pengembangan persawahan, perluasan areal pertanian, pengembangan palawija serta peningkatan akses petani terhadap berbagai program pemerintah.

Burhanuddin juga menargetkan Bombana dapat menjadi salah satu daerah lumbung padi untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya wilayah kepulauan di Sulawesi Tenggara.

“Target kita jelas. Produksi naik, petani sejahtera. HKTI harus hadir memastikan programnya sampai ke bawah,” katanya.

Namun, menurutnya, peningkatan produksi tidak cukup hanya dengan memperluas lahan. Ketersediaan air dan infrastruktur pertanian menjadi persoalan penting yang harus mendapat perhatian.

Ia mengungkapkan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah melakukan peninjauan terkait rencana program cetak sawah baru.

“Kementerian Pertanian sudah turun untuk melakukan peninjauan terkait cetak sawah baru,” ungkapnya.

Burhanuddin menegaskan, perluasan areal persawahan harus dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan irigasi. Sebab, pencetakan lahan tanpa dukungan ketersediaan air dinilai tidak akan maksimal dalam meningkatkan produksi.

Karena itu, HKTI Bombana akan mendorong koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah untuk memperjuangkan kebutuhan petani, khususnya terkait infrastruktur dan pengairan.

“HKTI memiliki jejaring yang cukup baik dengan pemerintah pusat. Insya Allah ini jadi langkah lebih baik untuk membantu menyampaikan aspirasi petani Bombana,” jelasnya.

Menurut Burhanuddin, keberadaan HKTI diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara petani dengan pemerintah, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat disampaikan dan diperjuangkan secara lebih terstruktur.

Agenda tersebut menjadi bagian dari program kerja HKTI Bombana selama lima tahun ke depan, dengan sasaran peningkatan produksi padi dan palawija, perluasan lahan pertanian, pemenuhan kebutuhan air serta peningkatan kesejahteraan petani.

Pelantikan pengurus HKTI tersebut turut dihadiri jajaran DPN HKTI, DPW HKTI Sultra dan unsur Forkopimda.

Dengan target tersebut, HKTI Bombana dituntut tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga mampu memastikan berbagai program pertanian benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat petani. (***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *