Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Berita

Angin Kencang Bikin Api Menggila, Lima Hektare Lahan di Watu-Watu Terbakar

3
×

Angin Kencang Bikin Api Menggila, Lima Hektare Lahan di Watu-Watu Terbakar

Sebarkan artikel ini

Kabaraya Bombana — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan hutan akasia dan padang ilalang di Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Senin (31/8/2026) malam.

Api mulai membesar sekitar pukul 19.30 WITA. Tiupan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat dan menyulitkan petugas melakukan pemadaman.

Berdasarkan laporan Humas Polres Bombana, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.

Untuk mencegah api meluas, personel gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), serta bantuan personel PT Jhonlin/JBM dikerahkan ke lokasi.

Sebanyak 9 personel Polri, 5 personel BPBD, 5 personel Damkar, dan 15 personel PT Jhonlin/JBMterlibat langsung dalam proses pemadaman.

Kasat Sabhara Polres Bombana, AKP Swis Ismail, mengatakan sejumlah kendaraan dan peralatan dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman.

Peralatan tersebut terdiri dari 15 unit kendaraan roda dua, satu mobil WC Polri, dua mobil water tank (WT) PT JBM, satu mobil BPBD, satu unit mobil Damkar, serta satu unit dozer PT JBM.

Menurut Swis, kondisi vegetasi di lokasi turut mempercepat penyebaran api. Kawasan yang terbakar merupakan hutan akasia dengan tumpukan daun kering cukup tebal serta padang ilalang yang telah mengering.

“Area yang terbakar merupakan hutan akasia dengan tumpukan daun kering yang cukup tebal serta padang ilalang kering yang mudah terbakar,” ujar Swis.

Petugas juga menghadapi tantangan berupa angin kencang, titik api yang tersebar, serta keterbatasan peralatan pemadaman di area yang cukup luas.

Pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memutus kobaran utama dan menyisir titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara api.

Setelah sekitar tiga jam melakukan pemadaman, tim gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 22.30 WITA.

Lokasi kebakaran berada di wilayah Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, dengan koordinat 4°36’35.8″ LS dan 121°57’21.7″ BT.

Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Langkah ini dilakukan karena material berupa daun akasia dan ilalang di kawasan tersebut masih dalam kondisi kering.

Kebakaran tersebut menjadi perhatian karena kondisi vegetasi yang kering dan tiupan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api serta meningkatkan risiko terjadinya kebakaran susulan. (Far)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *