Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Berita

Sedih, Kondisi Rujab Wakil Bupati Bombana Terkesan Mirip Rumah Hantu

5
×

Sedih, Kondisi Rujab Wakil Bupati Bombana Terkesan Mirip Rumah Hantu

Sebarkan artikel ini

Sedih, Kondisi Rujab Wakil Bupati Bombana Terkesan Mirip Rumah Hantu

Kabaraya Bombana — Pemandangan memprihatinkan terlihat dari Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Bombana. Bangunan yang semestinya menjadi salah satu fasilitas penting pemerintah daerah itu kini tampak tertutup semak dan tumbuhan liar, sehingga terkesan seperti rumah yang lama ditinggalkan penghuninya.

Pantauan media ini, pepohonan liar tumbuh subur di sekitar bangunan. Sebagian bahkan menjulang hampir menyamai atap, sementara dinding bangunan mulai terlihat kusam, retak dan keropos.

Suasana semakin memperkuat kesan bahwa Rujab tersebut sudah lama tidak digunakan. Bagian dalam bangunan juga disebut telah menjadi tempat berlindung hewan-hewan liar.

Ironisnya, kondisi tersebut bukan terjadi dalam waktu singkat. Rujab ini disebut sudah tidak ditempati sejak 2017, ketika Johan Salim masih menjabat sebagai Wakil Bupati Bombana.

Sejak saat itu hingga kini, bangunan yang dibangun menggunakan uang daerah tersebut terlihat semakin kehilangan fungsi dan pesonanya.

Sedihnya, uang rakyat yang telah digelontorkan untuk membangun fasilitas tersebut kini justru berhadapan dengan semak liar, dinding yang mulai keropos dan kerusakan yang terus berjalan.

Rujab yang seharusnya menjadi rumah jabatan pejabat daerah kini dari luar justru lebih menyerupai bangunan kosong yang ditelan alam.

Bagi warga, kondisi ini tentu menimbulkan keprihatinan. Apalagi lokasi Rujab berada di kawasan ibu kota Kabupaten Bombana. Tidak sedikit masyarakat dari luar ibu kota kabupaten bahkan disebut tidak mengetahui keberadaan Rujab Wakil Bupati karena bangunannya nyaris tertutup oleh rimbunnya tanaman.

Pemandangan tersebut juga memunculkan pertanyaan sederhana: sudah berapa lama aset daerah ini dibiarkan tanpa perawatan?

Masyarakat juga mempertanyakan bagaimana pemeliharaan terhadap bangunan tersebut dilakukan selama bertahun-tahun. Sebab, jika tidak segera ditangani, kerusakan bangunan berpotensi semakin parah dan biaya perbaikannya tentu akan semakin besar.

Rujab bukan sekadar bangunan. Di dalamnya ada uang rakyat yang telah digunakan untuk membangunnya.

Karena itu, membiarkannya terbengkalai hingga terlihat seperti rumah hantu tentu menjadi pemandangan yang menyedihkan.

Pemerintah Kabupaten Bombana diharapkan segera memberikan perhatian terhadap kondisi Rujab tersebut, termasuk menjelaskan status penggunaannya, pemeliharaan aset, serta langkah yang akan dilakukan agar bangunan tersebut tidak semakin rusak.

Sebab, sebuah bangunan pemerintah yang seharusnya menjadi simbol pelayanan justru kini terlihat seperti rumah yang ditinggalkan, ditumbuhi semak, retak dimakan usia, dan perlahan-lahan hilang dari perhatian. (***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *