Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Berita

Bupati Bombana Didampingi Istri Mengantar Lima Korban Kebakaran ke Peristirahatan Terakhir

9
×

Bupati Bombana Didampingi Istri Mengantar Lima Korban Kebakaran ke Peristirahatan Terakhir

Sebarkan artikel ini

Kabaraya Bombana – Langit siang di Dusun Tondopi, Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Kamis (6/8/2026), tampak cerah. Namun, tak seorang pun merasakan hangatnya matahari. Duka telah menyelimuti seluruh kampung.

Di bawah tenda sederhana, lima peti jenazah berjajar rapi. Di dalamnya terbujur seorang ibu bersama empat anaknya, korban kebakaran yang menggemparkan Bombana. Isak tangis keluarga dan warga yang terus mengalun membuat suasana semakin pilu.

Di tengah keheningan itu, Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., datang bersama istrinya, Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos. Keduanya melangkah perlahan mendekati deretan peti jenazah. Turut mendampingi, Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah.

Tak banyak kata yang terucap. Burhanuddin hanya menatap satu per satu peti kayu yang menjadi tempat peristirahatan terakhir lima korban. Sesekali ia menundukkan kepala, sementara sang istri berdiri di sampingnya dengan mata sembab, ikut larut dalam kesedihan keluarga yang ditinggalkan.

Dengan kedua tangan terangkat, Burhanuddin memimpin doa. Suasana mendadak hening. Ratusan warga mengikuti doa itu dengan kepala tertunduk, memohon agar almarhumah beserta keempat anaknya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah dan anak-anaknya, melapangkan kubur mereka, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucap Burhanuddin lirih.

Usai berdoa, Bupati bersama sang istri tak langsung meninggalkan lokasi. Mereka memilih tetap berada di tengah keluarga korban, menyampaikan belasungkawa, menguatkan Murdasing, kepala keluarga yang kini harus menjalani hidup tanpa istri dan empat anak yang selama ini menjadi bagian dari kesehariannya.

Tak lama kemudian, lima peti jenazah mulai diangkat oleh warga menuju pemakaman. Burhanuddin dan Fatmawati ikut mengiringi dari belakang. Langkah mereka menyatu dengan langkah masyarakat yang mengantarkan kelima korban menuju peristirahatan terakhir.

Tak sedikit pelayat yang tak kuasa membendung air mata saat prosesi berlangsung. Tangis pecah ketika satu per satu peti diturunkan ke liang lahat.

Musibah yang merenggut lima nyawa itu terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Rumah panggung milik Murdasing di Dusun Tondopi dilalap api dalam waktu singkat. Kebakaran diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang dinyalakan sebelum keluarga beristirahat.

Saat tersadar, api telah mengepung seluruh bangunan. Murdasing hanya sempat menyelamatkan diri dengan menendang dinding rumah. Upayanya kembali masuk untuk menyelamatkan keluarganya tak berhasil karena kobaran api semakin membesar.

Di dalam rumah, istrinya Hasna (38) bersama empat anak mereka, Hasriani (12), Karina (9), Nur Aisyah (6), dan Wardah (2), tak sempat menyelamatkan diri.

Dalam satu malam, seorang suami kehilangan pendamping hidupnya. Seorang ayah kehilangan empat buah hati yang selama ini menjadi alasan ia bekerja dan berharap.

Kehadiran Bupati Bombana bersama Ketua TP PKK Bombana di tengah keluarga korban menjadi wujud bahwa pemerintah daerah tidak hanya hadir saat pembangunan berlangsung, tetapi juga saat masyarakat menghadapi duka yang begitu berat.

Saat tanah perlahan menutup lima liang lahat, doa-doa terus dipanjatkan. Yang tersisa kini hanyalah kenangan, cinta yang tak sempat diucapkan untuk terakhir kali, serta harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan untuk melanjutkan hidup.

Tragedi di Dusun Tondopi bukan sekadar peristiwa kebakaran. Ia menjadi kisah tentang kehilangan yang mendalam, kepedulian sesama, dan pengingat bahwa di balik setiap musibah, selalu ada tangan-tangan yang hadir untuk menguatkan. Di hari itu, Bupati Bombana bersama istrinya memilih berjalan bersama rakyatnya—mengantar lima korban menuju peristirahatan terakhir, dalam iringan doa yang tak pernah putus. (***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *