Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Berita

DPMD Bombana Percepat OVOP, Digitalisasi Desa, dan Penguatan BUMDes untuk Dongkrak Ekonomi Masyarakat

14
×

DPMD Bombana Percepat OVOP, Digitalisasi Desa, dan Penguatan BUMDes untuk Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Kabaraya Bombana – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mempercepat transformasi pembangunan desa dengan mengoptimalkan program One Village One Product (OVOP), digitalisasi pelayanan pemerintahan desa, serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Desa Tahun Anggaran 2026 yang menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan strategi pembangunan desa agar lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Bombana, Hamlin, S.Pd., M.Si, mengatakan pihaknya saat ini tengah memetakan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah desa sehingga program pembinaan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“DPMD tidak ingin hanya menjalankan program secara administratif. Kami ingin memastikan setiap persoalan desa dipetakan, dievaluasi, kemudian diselesaikan melalui kebijakan yang tepat sasaran,” kata Hamlin kepada awak media, Senin (3/8/2026).

Menurut Hamlin, arah kebijakan tersebut merupakan implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bombana dalam mewujudkan daerah yang berdaya saing berbasis Agrominapolitan.

Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah memperkuat keberadaan BUMDes agar tidak hanya berfungsi sebagai penerima penyertaan modal, tetapi berkembang menjadi badan usaha profesional yang mampu mengelola potensi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Selain itu, setiap desa juga didorong memiliki satu produk unggulan melalui konsep One Village One Product (OVOP). Program tersebut diharapkan mampu membangun identitas ekonomi desa sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal hingga mampu menembus pasar yang lebih luas.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, DPMD Bombana menyiapkan pendampingan berkelanjutan yang meliputi pemetaan potensi desa, penyusunan model bisnis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan kelembagaan BUMDes.

Di sisi lain, transformasi digital juga terus dipercepat melalui penerapan sistem pelayanan pemerintahan desa berbasis teknologi. Sistem ini memungkinkan proses administrasi dipantau secara real time, sehingga diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efektivitas pelayanan publik, serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel.

Hamlin menegaskan, seluruh program tersebut merupakan strategi jangka panjang untuk membangun desa yang mandiri, produktif, dan mampu menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bombana.

“Kami ingin memastikan setiap desa memiliki target yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta pendampingan yang berkelanjutan sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Melalui penguatan OVOP, percepatan digitalisasi desa, dan optimalisasi BUMDes, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap desa-desa di wilayah tersebut mampu tumbuh sebagai pusat-pusat ekonomi baru yang berdaya saing, sekaligus mempercepat terwujudnya Bombana yang maju, mandiri, dan sejahtera. (far)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *