Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Berita

Distan Bombana Kawal Percepatan Perluasan Tebu, Pastikan Kesiapan Benih hingga Pabrik PT PAG

2
×

Distan Bombana Kawal Percepatan Perluasan Tebu, Pastikan Kesiapan Benih hingga Pabrik PT PAG

Sebarkan artikel ini

Kabaraya Bombana — Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pertanian terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan komoditas tebu sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada gula nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan kunjungan kerja Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan (TST) Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI bersama Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BB PPTP) Surabaya ke sumber benih dan pabrik tebu PT Prima Alam Gemilang (PAG) Jhonlin Group.

Kunjungan pada 10 Oktober 2026 itu difokuskan pada percepatan program perluasan areal tebu di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, sekaligus memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung sebelum pelaksanaan penanaman diperluas.

Pembahasan dukungan terhadap pengembangan komoditas tebu sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada gula nasional.
Pembahasan dukungan terhadap pengembangan komoditas tebu sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada gula nasional.

Dalam agenda tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana diwakili Kepala Bidang Perkebunan, Arwin Thaury-Thuan, yang mendampingi langsung rombongan saat melakukan peninjauan lapangan.

Rombongan meninjau kesiapan sumber benih tebu unggul, kondisi dan kesiapan lahan pengembangan, serta progres pembangunan dan kesiapan fasilitas pabrik gula yang dikelola PT PAG Jhonlin Group. Perusahaan tersebut diharapkan menjadi mitra strategis sekaligus penyerap hasil panen petani dalam pengembangan perkebunan tebu di Bombana.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh percepatan pengembangan tebu karena memiliki potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Menurut Sarif, pengembangan komoditas tebu membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, dan petani. Dukungan tersebut tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga mencakup ketersediaan benih bermutu, pendampingan teknis, serta kepastian penyerapan hasil produksi.

“Dinas Pertanian Bombana siap mengawal program perluasan areal tebu melalui pendampingan kepada petani dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Kami berharap kesiapan benih, lahan, dan dukungan industri dapat berjalan seiring sehingga pengembangan tebu di Bombana berlangsung optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sarif.

Ia menambahkan, keterlibatan Kementerian Pertanian dan BB PPTP Surabaya menjadi bagian penting untuk memastikan pengembangan tebu didukung sumber benih yang sesuai serta memenuhi kebutuhan perluasan areal tanam. Dengan dukungan tersebut, petani diharapkan semakin siap berpartisipasi dalam program pengembangan perkebunan tebu.

Sementara itu, Direktur TST Kementerian Pertanian menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendorong perluasan perkebunan tebu di luar Pulau Jawa, termasuk Sulawesi Tenggara. Bombana dinilai memiliki peluang strategis dalam mendukung agenda tersebut, terutama dengan adanya investasi industri pengolahan tebu oleh Jhonlin Group.

Keberadaan industri pengolahan diharapkan dapat memperkuat rantai usaha dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, pengembangan tebu tidak hanya meningkatkan produksi bahan baku, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui kemitraan antara petani dan perusahaan.

Sinergi Kementerian Pertanian, BB PPTP Surabaya, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, dan PT PAG Jhonlin Group diharapkan mampu mempercepat realisasi perluasan areal tebu sesuai target program.

Melalui langkah tersebut, Bombana berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra pengembangan tebu di Sulawesi Tenggara. Pemerintah daerah berharap program ini dapat meningkatkan produktivitas perkebunan, memperluas kesempatan usaha, serta mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian swasembada gula nasional. (ADV)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *