Kabaraya Bombana – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana terus mendorong peningkatan populasi sekaligus kualitas genetik ternak sapi melalui program Inseminasi Buatan (IB) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai kawin suntik.
Program tersebut kembali dilaksanakan di Kecamatan Rarowatu Utara, Senin (28/9/2026), sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengembangan peternakan serta meningkatkan produktivitas sapi milik masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH, mengatakan program IB menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan populasi ternak dengan memanfaatkan bibit dari pejantan unggul.
Menurutnya, pengembangan peternakan tidak hanya berbicara mengenai jumlah ternak, tetapi juga menyangkut kualitas genetik yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas sapi.
“Melalui inseminasi buatan, kita berupaya meningkatkan populasi sekaligus mutu genetik ternak yang dimiliki masyarakat. Ini merupakan salah satu langkah untuk menghasilkan keturunan sapi yang lebih baik dan memiliki nilai ekonomi bagi peternak,” ujar Sarif.
Ia menjelaskan, IB dilakukan dengan memasukkan semen dari pejantan unggul ke saluran reproduksi sapi betina menggunakan peralatan khusus. Teknik tersebut memungkinkan peternak memperoleh keturunan dari pejantan berkualitas tanpa harus memelihara atau mendatangkan pejantan unggul secara langsung.
Sarif menilai, pemanfaatan teknologi reproduksi melalui IB sangat penting bagi pengembangan peternakan di Bombana. Selain dapat mempercepat peningkatan populasi, program tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan pedet dengan kualitas genetik yang lebih baik.
“Kita ingin peternak mendapatkan manfaat nyata dari program ini. Dengan bibit yang baik, diharapkan pertumbuhan ternak semakin bagus, produktivitas meningkat dan pada akhirnya dapat menambah pendapatan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program IB tidak hanya bergantung pada proses inseminasi. Pemeliharaan ternak setelah IB, pemberian pakan yang cukup dan bergizi, serta perhatian terhadap kesehatan indukan menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan reproduksi.

Karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana melalui petugas teknis dan penyuluh terus memberikan pendampingan kepada peternak. Pendampingan diperlukan agar masyarakat memahami tata cara pemeliharaan ternak, termasuk mengenali tanda-tanda birahi pada sapi betina sehingga waktu pelaksanaan IB dapat dilakukan secara tepat.
Sementara itu, Petugas Inseminator Kecamatan Rarowatu Utara mengatakan kegiatan IB mendapat respons positif dari masyarakat. Peternak dinilai semakin memahami manfaat penggunaan teknologi reproduksi untuk memperbaiki kualitas ternak yang mereka pelihara.
Program IB juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat sektor peternakan dan mendorong ketersediaan populasi sapi secara berkelanjutan.
Sarif menegaskan, Dinas Pertanian Bombana akan terus mendorong pelaksanaan program tersebut di wilayah-wilayah yang memiliki potensi pengembangan ternak.
“Kita ingin peternakan di Bombana terus berkembang. Peternak harus didampingi dari sisi pembibitan, kesehatan hingga pemeliharaan. Dengan kerja sama antara pemerintah, petugas lapangan dan masyarakat, kita optimistis populasi dan kualitas ternak Bombana dapat terus meningkat,” pungkasnya. (ADV)














