Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Olahraga

Ketua PBVSI Bombana Tutup Pertandingan Bola Voli di Desa Tepooe

9
×

Ketua PBVSI Bombana Tutup Pertandingan Bola Voli di Desa Tepooe

Sebarkan artikel ini

Kabaraya Bombana – Pertandingan bola voli yang digelar di Desa Tepooe, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, resmi berakhir. Rangkaian pertandingan selama 10 hari tersebut ditutup pada Sabtu malam (15/8/2026) oleh Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bombana, Iskandar, S.P.

Turnamen yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat tersebut diikuti 8 tim putra dan 6 tim putri. Sejak pertandingan dimulai, masyarakat tampak antusias menyaksikan laga demi laga hingga partai final.

Sementara itu, Ketua PBVSI Bombana, Iskandar, S.P, mengatakan pertandingan bola voli tidak hanya menjadi sarana untuk mengembangkan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurutnya, selama turnamen berlangsung, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) mendapatkan peluang untuk meningkatkan pendapatan. Kehadiran para pemain dan penonton membuat aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak.

“UKM tumbuh luar biasa. Ini merangsang pertumbuhan ekonomi lokal dengan adanya pelaksanaan bola voli,” ungkap Iskandar.

Ia juga memberikan apresiasi kepada dua tim yang berhasil mencapai partai final. Menurutnya, kedua tim tersebut memiliki kualitas permainan yang baik dan pengalaman membanggakan karena sama-sama pernah membawa nama Kabupaten Bombana dalam ajang pertandingan bola voli.

“Dua tim yang final ini sangat baik dalam bertanding. Kedua tim ini sama-sama pernah membawa nama baik Bombana dalam ajang pertandingan bola voli,” jelasnya.

Iskandar menegaskan, bola voli merupakan olahraga yang sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, PBVSI Bombana akan terus mendorong pelaksanaan kompetisi di tingkat desa sebagai bagian dari pembinaan atlet sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap olahraga.

“Olahraga bola voli ini adalah olahraga rakyat,” tegasnya.

Ia berharap turnamen di Desa Tepooe tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi dapat menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan, membangun sportivitas, serta melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya mampu kembali mengharumkan nama Kabupaten Bombana di berbagai ajang.

Kepala Desa Tepooe, Abdul Haris, S.Pd.I, mengatakan pelaksanaan turnamen berlangsung selama 10 hari. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini jauh lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sepuluh hari kegiatan ini berlangsung. Beberapa tim sudah berlaga dan tahun ini lebih meriah dibanding tahun lalu. Kegiatan ini berjalan berkat bantuan PBVSI Bombana sehingga pertandingan dapat terlaksana,” ujar Abdul Haris.

Ia menyampaikan terima kasih kepada PBVSI Bombana yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan turnamen. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting sehingga kegiatan olahraga di Desa Tepooe dapat berlangsung dengan baik.

Abdul Haris juga memastikan pemerintah desa akan berupaya melanjutkan kegiatan tersebut pada tahun mendatang dengan penyelenggaraan yang lebih besar dan meriah.

“Pertandingan diikuti delapan tim putra dan enam tim putri. Insya Allah tahun depan kita akan laksanakan lebih meriah lagi,” katanya.

Penutupan turnamen pada Sabtu malam tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya kompetisi yang selama 10 hari menyatukan para pemain dan masyarakat dalam semangat olahraga, persaudaraan, serta kebersamaan. (Far)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *