Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Berita

Bombana Ekspor Perdana 63 Ton Ubur-Ubur ke Tiongkok, Nilainya Capai Rp302,4 Juta

14
×

Bombana Ekspor Perdana 63 Ton Ubur-Ubur ke Tiongkok, Nilainya Capai Rp302,4 Juta

Sebarkan artikel ini

Kabaraya Bombana – Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mulai menembus pasar internasional melalui ekspor perdana 63 ton ubur-ubur ke Shanghai, Tiongkok. Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., di Pelataran Kantor Bupati Bombana, Senin (5/10/2026).

Ekspor hasil perikanan ini bekerja sama dengan PT Triko Bina Nusantara, dengan komoditas ubur-ubur (Rhopilema spp.) yang berasal dari Kelurahan Dongkala, Kecamatan Kabaena Timur. Pengiriman perdana tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas pasar hasil laut Bombana sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor kelautan dan perikanan.

Dalam pengiriman perdana ini, sebanyak 2.520 koli ubur-ubur dengan total berat 63.000 kilogram atau 63 ton dikirim menuju Shanghai, Tiongkok. Nilai komoditas yang diekspor mencapai Rp302,4 juta.

Pelepasan ekspor berlangsung di Pelataran Kantor Bupati Bombana dan dihadiri sejumlah pihak terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemasaran hasil perikanan Bombana ke pasar internasional.

Burhanuddin mengatakan ekspor perdana tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di daerahnya. Menurut dia, potensi hasil laut Bombana perlu dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya nelayan.

“Hari ini merupakan tonggak sejarah baru bagi perekonomian Kabupaten Bombana, khususnya di sektor kelautan dan perikanan,” ujar Burhanuddin.

Ia mengatakan kegiatan ekspor tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat melalui peningkatan aktivitas usaha dan pembukaan lapangan kerja.

“Langkah ini tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi yang terpenting adalah membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan lokal di Bombana,” katanya.

Burhanuddin juga meminta kualitas komoditas perikanan yang akan dipasarkan ke luar negeri tetap dijaga. Pemenuhan standar mutu, persyaratan karantina ikan, serta higienitas produk dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar internasional.

Selain kualitas, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Dinas Perikanan dan instansi terkait diminta terus melakukan pembinaan kepada nelayan agar pemanfaatan hasil laut tetap memperhatikan kondisi ekosistem.

Bupati berharap ekspor perdana tersebut dapat berlanjut dan tidak hanya menjadi pengiriman satu kali. Ia meminta pelaku usaha dan instansi terkait menjaga kesinambungan produksi sekaligus membuka peluang pasar baru bagi hasil perikanan Bombana.

“Saya berharap momentum pelepasan ekspor perdana ini menjadi pemantik awal. Ini bukan akhir, melainkan awal dari hubungan dagang yang berkelanjutan,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Bombana menyatakan akan terus mendukung kegiatan usaha dan investasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas daerah. Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan nelayan diharapkan dapat mendorong semakin banyak produk perikanan Bombana masuk ke pasar internasional.

Ekspor 63 ton ubur-ubur tersebut selanjutnya menjadi salah satu langkah awal dalam pemanfaatan potensi hasil laut Bombana untuk pasar luar negeri. (Ode)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *