Scroll untuk baca artikel
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Example floating
Example floating
3090FF34-AFC8-4290-8D9B-58132328537B-4.png
Berita

Panen Perdana Bawang Merah di Bombana, Distan Dorong Jadi Komoditas Andalan

15
×

Panen Perdana Bawang Merah di Bombana, Distan Dorong Jadi Komoditas Andalan

Sebarkan artikel ini

Kabaraya Bombana — Pengembangan bawang merah mulai menunjukkan hasil di Kabupaten Bombana. Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., melakukan panen perdana bawang merah di kebun percontohan PKK Desa Watukalangkari, Kecamatan Rarowatu, Minggu (13/9/2026).

Panen perdana ini menjadi tahap awal untuk mengukur hasil sekaligus melihat peluang pengembangan bawang merah di Bombana. Tanaman tersebut sebelumnya ditanam pada 14 Juli 2026 melalui demplot atau kebun percontohan.

Dalam waktu sekitar dua bulan, tanaman bawang merah mulai memasuki masa panen dan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Bombana Fatmawati Kasim Marewa, Sekda Bombana Syahrun, Ketua Dharma Wanita Bombana Nurdiana, serta tim pelaksana pengembangan Desa Sentra Produksi Bawang Merah Berkelanjutan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Universitas Halu Oleo (UHO).

Bupati Bombana Burhanuddin mengatakan, demplot bawang merah tersebut dikembangkan di kebun percontohan PKK dengan luas sekitar 3 are. Bibit yang digunakan berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, hasil panen perdana memperlihatkan potensi yang patut dikembangkan. Dari satu tanaman bawang merah dapat menghasilkan sekitar 9 hingga 12 umbi anakan.

“Demplot ini dibuat di kebun percontohan PKK dengan luas 3 are. Bibitnya berasal dari Kabupaten Enrekang,” jelas Burhanuddin.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH., mengatakan komoditas bawang merah menjadi salah satu tanaman yang memiliki peluang untuk dikembangkan di daerah apabila didukung dengan pengelolaan budidaya yang baik.

Menurut Sarif, pengembangan bawang merah tidak hanya dilihat dari hasil panen perdana, tetapi juga perlu diperhatikan dari sisi kesesuaian lahan, penggunaan bibit, pemeliharaan, produktivitas hingga keberlanjutan produksi.

“Bawang merah ini merupakan komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan. Karena itu, hasil dari kebun percontohan ini penting untuk kita lihat dan evaluasi sebagai bahan dalam menentukan langkah pengembangan selanjutnya,” kata Sarif.

Ia menambahkan, kebun percontohan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya petani, untuk melihat secara langsung teknik budidaya bawang merah hingga hasil yang diperoleh.

Dinas Pertanian, kata dia, akan terus mendorong pengembangan komoditas pertanian yang memiliki prospek bagi petani dan mampu memberikan nilai tambah terhadap sektor pertanian daerah.

“Yang paling penting bagaimana komoditas ini bisa dikelola secara baik, produktivitasnya dapat dipertahankan dan memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya. (***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *